Selasa, 24 Mei 2016

Ekspor dan Impor Indonesia di April 2016

Nilai ekspor Indonesia April 2016 mencapai US$11,45 miliar dan Nilai impor Indonesia April 2016 mencapai US$10,78 miliar

EKSPOR

  • Nilai ekspor Indonesia April 2016 mencapai US$11,45 miliar atau menurun 3,07 persen dibanding ekspor Maret 2016. Demikian juga dibanding April 2015 menurun 12,65 persen.
  • Ekspor nonmigas April 2016 mencapai US$10,56 miliar, turun 0,10 persen dibanding Maret 2016, demikian juga dibanding ekspor April 2015  turun 9,32 persen.
  • Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2016 mencapai US$45,05 miliar atau menurun 13,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$40,70  miliar atau menurun 9,54 persen.
  • Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2016 terhadap Maret 2016 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$135,7 juta (18,05 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada  lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$159,0 juta (12,75 persen).
  • Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat April 2016 mencapai angka terbesar yaitu US$1,34 miliar, disusul Tiongkok US$1,05 miliar dan Jepang US$0,95 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,66 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,18 miliar.
  • Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-April 2016 turun 6,46 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 24,64 persen, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 19,84 persen.
  • Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-April 2016 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$8,17 miliar (18,14 persen), diikuti Jawa Timur US$6,49 miliar (14,41 persen) dan Kalimantan Timur U$4,40  miliar (9,76 persen). 

IMPOR


  • Nilai impor Indonesia April 2016 mencapai US$10,78 miliar atau turun 4,62 persen apabila dibandingkan Maret 2016. Demikian pula apabila dibanding April 2015 turun 14,62 persen.
  • Impor nonmigas April 2016 mencapai US$9,42 miliar atau turun 3,39 persen jika dibandingkan Maret 2016. Demikian pula apabila dibandingkan April 2015 turun 8,46 persen. 
  • Impor migas April 2016 mencapai US$1,36 miliar atau turun 12,32 persen jika dibandingkan Maret 2016. Demikian pula apabila dibandingkan April 2015 turun 41,74 persen.
  • Secara kumulatif nilai impor Januari–April 2016 mencapai US$42,72 miliar atau turun 13,44 persen  dibanding periode yang sama tahun 2015. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$5,26 miliar (turun 37,70 persen) dan nonmigas US$37,47 miliar (turun 8,44 persen).
  • Peningkatan impor nonmigas terbesar April 2016 adalah golongan barang dari besi dan baja US$79,2 juta (34,59 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia US$169,4 miliar (43,82 persen) 
  • Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–April 2016 adalah Tiongkok dengan nilai US$9,65 miliar (25,76 persen), Jepang US$4,10 miliar (10,94 persen), dan Thailand US$3,05 miliar (8,15 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22,49 persen, sementara dari Uni Eropa 9,59 persen. 
  • Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–April 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 15,38 persen dan 17,02 persen. Sebaliknya impor golongan barang konsumsi meningkat 16,42 persen.

sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia
www.bps.go.id

Semoga bermanfaat
Salam sukses selalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar